Hari Inspirasi Island Hopper itu akhirnya tiba. Sehomestay bangun pagi, bahkan ayam jago sebelah homestaypun semangat kukuruyuk dari jam 4. Let's go...wake up...semangat!!!
Mandi. Shalat. Dandan. Sarapan.
Suasana agak sedikit heboh. Ada yang antri mandi, ada yang udah dandan wangi, ada yang masih sempet olahraga dikit, ada yang nyantai leyeh2 sambil ucek2 mata, ada yang sibuk ngeblow rambut sesubuh itu dan ada yang masih mondar-mandir handukan doang. Hehee
Karena aku bawaannya selemari, akhirnya jam 6.15 itu aku berangkat pake Bentor (becak motor), salah satu moda transportasi di Pulau Tidung ini.
Sampai sekolah ternyata anak2 sudah baris rapi buat persiapan upacara bendera. Setelah ramah tamah dengan para guru dan kepala sekolah tentu sebelumnya aku siap ikut upacara.
Kelompok aku terdiri dari Johan, Ami, Zizah dan aku sebagai relawan pengajar. Mas Kukun sebagai fotographer dan bang Hardy sebagai videografer.
Bel berbunyi.
Tapi temen2 dari KIJP belom ada yang nongol satupun. Antara cemas, kesel dan pengen nangis...bahkan saat upacara telah dimulai mereka belom juga kelihatan.
Harap2 cemas. Pasti!!!
Jangan sampe deh mereka tiba2 memutuskan pulang gara2 nervous. Oh NO!!!
Jelang pengibaran bendera, baru deh satu persatu mereka sampe dengan sepedanya. Lega tapi kesel. Tetep semangat dan coba ngasih kode kemereka supaya masuk. Ah...ngga berhasil. Mereka tetap aja diluar gerbang sekolah. Yowes...yang penting mereka udah ada *menghiburdiri*
Selesai upacara kita berkenalan dengan seluruh siswa dan guru2. Sambutan luar biasa, mata2 penuh harap dan sedikit kepo menatap kami.
Pembagian jadwal ngajar sudah dilakukan semalam. Jadi pagi itu tinggal pelaksanaan.
Jam pertama aku dapet dikelas 1 dan 2 yang digabung. Oke...ngadepin 'little monster".
Caranya cuma 1...
Dekati mereka dengan cara berusaha menjadi mereka. Bingung kan...?
Tapi anak2 disini ngga seaktif anak2 di Bogor dan Depok (yang mana aku pernah terlibat KI disana). Mereka cenderung pasif dan pemalu. Karakter anak pulau kali ya?
Tapi itu ngga berlangsung lama. Setelah mendapat 2 asisten Chef, bagi2 trik membuat kue inspirasi sekaligus membagikan cupcake 1 per 1 buat setiap anak...mereka gembira dan suasana mendadak cair.
Bahkan mereka mau maju nyanyi kedepan kelas. Walau lagunya cuma Balonku dan Kasih Ibu. Sejuta tepuk tangan buat mereka.
Ah...mereka itu hanya sekelompok anak2 yang memang butuh cara lain yang asik buat belajar. Buktinya semua suka bermain sambil belajar.
Beres dikelas 1-2, langsung ngibrit bawa peralatan lenong kekelas 3-4. Disini sudah rada aman. Anak2 sudah mengerti saat kita bicara mereka mendengar, saat ditanya mereka menjawab. Heboh berebutan waktu ditawari jadi asisten Chef.
Mereka banyak tanya. Dari mana asal aku. Tinggal dikota mana. Punya anak berapa. Siapa aja namanya. Daaaan...tiba2 seorang anak yang juga aku tunjuk jadi asisten Chef, namanya Melly, nanya
Melly : "ibu...Ibu tidak suka makan dagingkah?"
Aku ; "suka. Kenapa memangnya?"
Melly : " itu anak ibu semua perempuan".
Aku : *hahaha* "Melly tau dari mana?"
Melly : "dari Mamak aku Bu"
Aku : *mendadak diam* lalu memutuskan untuk langsung bagi2 kue, hihiii
Oh iya...
Ada satu kejadian haru dan bikin mataku agak basah. Saat kutanya siapa yg paling pinter disekolah. Mereka menunjuk satu anak. Namanya aku lupa.
Aku tanya padanya apa cita2nya. Dia jawab ingin menjadi Polisi. Aku lalu bilang padanya aku akan berdoa agar cita2nya tercapai dan diaminin oleh semua temannya. Lalu aku bilang pada anak2 untuk selalu berdoa pada Allah mohon ayah dan ibunya diberi kesehatan dan rejeki agar bisa mencari nafkah dengan baik supaya mereka bisa sekolah tinggi. Tiba2 suasana heboh dan semua anak bilang,"'dia udah ngga punya ayah, Bu. Dia anak yatim."
Ah, namanya anak2...mana mereka ngerti bahwa itu cuma bikin sedih temannya. Sang Juara Umum sekolah itu hanya tertunduk dengan mata berkaca-kaca. Aku dekati dia dan aku elus kepalanya. "Ibu juga anak yatim. Tapi ibu rajin belajar hingga bisa seperti sekarang. Kamu juga mesti bisa. Bikin bangga ayah mu yaa..."
Dia mengganguk dan berkata singkat,"iya Bu".
Ya Allah...semoga apa yang mereka cita2kan bisa tercapai...amin!
Terakhir lanjut lagi ke kelas 5.
Muridnya hanya 18 siswa dan mereka lebih berani. Ngga ada yang malu.
Enjoy ngajar dan cerita disini. Karena mereka sudah lebih besar dan mengerti, aku membebaskan mereka menghias cupcake mereka sendiri.
Kehebohan segera terjadi. Semua bekerja dan berebut macam2 gula yang aku bawa. Tak terkecuali anak paling besar disekolah. Badannya lebih tinggi dari aku. Wajah sangar dan aku sudah bisa nebak bahwa dia salah satu 'preman' sekolah. Tapi lihatlah...saat menghias cupcake dia paling sangat teliti dan semangat. Memasang mutiara, menaburkan sanding sugar dan meletakkan candy dikuenya dengan hati2.
Selesai sudah tugas hari ini.
Saatnya turun kelapangan untuk flashmob, bikin cap tangan dan menempelkan stiker ke pohon cita2.
Dan tentu saja foto2...Cis kacang bun...ciiiiiiis. Hahaaa
Aku bisa..aku pasti bisa...
Bisa kugagal tak mengapa...
Yang penting aku tlah mencoba!!!
Terimakasih anak2.
Tiap mengajar di Kelas Inspirasi aku selalu berusaha bisa menginspirasi mereka, tapi ujung2nya aku malah yang terinspirasi oleh mereka.
Terus bangun mimpi kalian...teruskan semangat menggapai asa dan harap. Kami ibu bapak guru dari Kelas Inspirasi hanya bisa membantu untuk BANGUN MIMPI ANAK INDONESIA !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar